Jakarta - Ingin menikmati makanan khas Betawi yang terbuat dari bahan beras dan telur ayam atau bebek, datang saja ke Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas dan Jakarta Fair Kemayoran.
Tapi kalau mau menikmati kerak telor dengan harga murah terjangkau, datang saja ke Jakarta Fair Kemayoran. Karena harga kerak telor kegiatan yang dulu dikenal sebagai Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Kemayoran ini lebih bersahabat daripada harga kerak telor di PRJ Monas.
Bagaimana tidak lebih bersahabat, harga kerak telor di PRJ Kemayoran telah dipatok oleh PT Jakarta International Expo (JIExpo) selaku penyelenggara sebesar Rp 15.000, baik telor ayam maupun telor bebek.
Sedangkan, harga kerak telor di PRJ Monas, bervariasi. Untuk stand resmi telah tertera harga kerak telor ayam Rp 10.000 dan kerak telor bebek Rp 15.000. Sedangkan di luar stand resmi Pemprov DKI, para pedagang kerak telor mematok harga setinggi-tingginya, yaitu mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kerak telor.
Padahal, pedagang kerak telor di PRJ Kemayoran harus membayar sewa lapak sebesar Rp 150.000 per hari. Semantara pedagang kerak telor di PRJ Monas, mereka tidak membayar sewa stand atau lapak sepeser pun.
Salah satu pengunjung PRJ Monas, Anisa (25) merasa menyesal telah membeli kerak telor dari pedagang kaki lima (PKL) yang tidak berjualan di stand resmi Pempro DKI. Warga Kemayoran ini, membeli kerak telor bebek seharga Rp 25.000.
“Nyesel saya beli kerak telor dengan harga yang mahal banget. Sudah gitu, rasanya pas-pasan, enggak terlalu istimewa. Kalah dibandingkan kerak telor di PRJ Kemayoran. Kemarin saya beli hanya Rp 15.000 dan rasanya enak," kata Anisa saat mengunjungi PRJ Monas di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/6).
"Kok yang malah gratis masuknya, harga kerak telornya mahal sekali ya. Masa lebih bersahabat harga kerak telor PRJ Kemayoran daripada PRJ Monas,” kata Anisa lagi.
Pekerja di bilangan Jakarta Selatan ini, menyatakan kapok membeli kerak telor di PRJ Monas. Ketika ditanya mengapa tidak beli kerak telor di stand resmi Pemprov DKI karena harganya telah diseragamkan sebesar Rp 10.000, Anisa mengaku tidak tahu.
“Mana tahu saya ada stand resminya. Kalau semua pedagang kerak telor masuk stand, dan harganya diseragamkan jadi Rp10.000 hingga Rp15.000, tentu kita kan lebih senang. Ini tugasnya Pemprov DKI. Namanya pesta rakyat kecil, kok harganya mahal-mahal,” tukasnya.
Seorang pedagang kaki lima (PKL) yang menjual kerak telor di PRJ Monas, Kadir (53), mengatakan dia mematok harga kerak telor ayam sebesar Rp 20.000 dan telor bebek Rp 25.000. Begitu juga dengan Sudewo (38), menjual kerak telor ayam dengan harga Rp 15.000 dan telor bebek Rp 20.000.
Kadir dan Sudewo menyatakan memilih berjualan di PRJ Monas daripada di PRJ Kemayoran. Karena di PRJ Kemayoran mereka harus membayar sewa lapak sebesar Rp 150.000, sedangkan PRJ Monas gratis. “Kapan lagi bisa dagang di tempat yang gratis? Lagi pula saya bisa nentuin harganya sendiri,” kata Kadir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar